Selasa, 31 Agustus 2010

Weapons PSHT



The weapons employed in Pentjak Silat are a combination of indigenous weapons and those brought to Indonesia from the entire Asian continent. A number of these weapons were originally tools used to worked the land. Virtually every traditional Pentjak Silat style employs the following weapons.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Pisau or belati




The pisau is a short knife with no specific form or length.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Golok and parang



















The golok is a short, heavy machete with a single-sided blade. The parang is also a type of machete that is used extensively. Both were originally used as farming tools.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Trisula



The trisula is a three-pronged metal fork. It varies in length from 25 to 65 cm. The trisula is most likely of Indian origin.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Toya



The toya is a wooden staff, generally made of rattan. It varies in length from 1.5 to 2 meters, but in principle is slightly shorter than the person using it. The toya is between 3.5 and 5.0 cm in diameter.
In addition to the weapons mentioned above, most Pentjak Silat styles also employ their own specific weapons. In the PSHT, the following weapons are also used.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Celurit



Celurit is the Indonesian term for a sickle, a farming implement with a short, steel blade in the shape of a half-moon. The “ant” is a smaller sickle. The cutting edge is on the inside of the blade.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Krambit



The krambit is a fist-held punching brace with a double-sided blade in the shape of a half-moon. The krambit is originally a Moslem weapon. The PSHT is the only Pentjak Silat style to employ this weapon.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Mars PSHT



Setia Hati Terate Pembina Persaudaraan
Semboyan Kami Bersama Bersatu Teguh Jaya
Mengabdi Nusa dan Bangsa Dengan Tulus Ikhlas
Menjunjung Tinggi PancasiLa Demi Indonesia Raya
Jayalah Setia Hati Terate Sepanjanglah Masa
Jayalah Setia Hati Terate Sepanjanglah Masa

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Sabtu, 21 Agustus 2010

Macam takut,Tritunggal,Larangan,dan Kewajiban PSHT



3.macam takut dlm psht:
-Takut mati
-Takut salah
-Takut Sakit
-Takut malu

Tritunggal PSHT:
~Cerdas:apabila di beri materi senam,jurus dll..cepat nyambung/tanggap
~Tangkas: Apabila di beri tekhnik beladiri di pergunakan dengan baik dan benar pada waktu sambung
~Tabah:Apabila mendapat cobaan kita terima dengan tabah dan ikhlas.

LARANGAN-LARANGAN SH TERATE
1.Tidak boleh mendirikan latihan tanpa se izin pelatih sesepuh atau pengurus
2.Tidak boleh sombong
3.Tidak boleh merusak pager ayu
4.Tidak boleh merusak pupus ijo
5.Tidak boleh berkelahi sesama warga sh terate

KEWAJIBAN SH TERATE
1.Menjaga nama baik organisasi sh terate
2.Bertaqwa kepada tuhan YME
3.Bersikap kesatria & tetap pendiriannya
4.Merendah diri
5.Bersikap ramah tamah & sopan santun
6.tenggang rasa/teposeliro
7.Memberi contoh baik kepada masyarakat
8.Berani karena benar takut karena salah
9.Bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Perguruan Setia Hati Winongo VS Perguruan Setia Hati Terate Madiun

Eyang Suro

Silsilah

RIWAYAT KI NGABEHI SOERODIWIRDJO

PENCIPTA “SETIA HATI”

1869 Ki Ngabehi Soerodiwirjo (nama kecilnya Masdan) lahir pada hari Sabtu Pahing. Beliau merupakan keturunan dari Bupati Gresik-Surabaya.

Ayahnya bernama Ki Ngabehi Soeromiharjo sebagai Mantri Cacar Ngimbang (Lamongan) yang mempunya 5 (lima) putera yaitu:

1. Ki Ngabehi Soerodiwirjo (Masdan)

2. Noto (Gunari), di Surabaya

3. Adi (Soeradi), di Aceh

4. Wongsoharjo, di Madiun

5. Kartodiwirjo, di Jombang

Saudara laki-laki dari ayahnya bernama R.A.A. Koesoemodinoto menjabat sebagai Bupati Kediri. Seluruh keluarga ini adalah keturunan dari Batoro Katong di Ponorogo, Putra Prabu Brawijaya Majahapit.

1883 Pada saat itu tersebut Ki Ngabehi Soerodiwirjo lulus sekolah rakyat 5 tahun (umur 14 tahun). Selanjutnya beliau ikut Ăśwonya”Mas Ngabehi Soeromiprojo, yang menjabat sebagai Wedono Wonokromo, kemudian pindah dan menjabat lagi sebagai Wedono Sedayu-Lawas, Surabaya.

1884 Pada tahun tersebut beliau telah berumur 15 tahun dan magang menjadi Juru Tulis op het Kantoor van de Controleur van Jombang. Sambil belajar mengaji beliau belajar Pencak-Silat yang meupakan dasar dari kegemaran beliau untuk memperdalam Pencak-Silat dimasa-masa berikutnya.

1885 Pada tahun berikutnya, dimana usia beliau telah menginjak 16 tahun, beliau magang di kantor Kontrolir Bandung, dan dari sini beliau belajar Pencak-Silat dari Pendekar-pendekar Prinangan, sehingga didapatlah jurus-jurs seperti:

² Cimande

² Cikalong

² Cipetir

² Cibeduyut

² Cimelaya

² Ciampas

² Sumedangan

1886 Pada usia 17 tahun beliau pindah ke Betawi (Jakarta), dan disana beliau memanfaatkan untuk memperdalam Pencak-Silat, akhirnya sampai menuasai jurus-jurus seperti:

² Betawen

² Kwitang

² Monyetan

² Permainan Toya (Stok spel)

1887 Pada usia 18 tahun beliau ikut Kontrolir Belanda ke Bengkulu, disana beliau belajar Pencak-Silat yang mana gerakannya mirip seperti jurus-jurus di daerah Jawa Barat. Pada pertengahan tahun tersebut beliau ikut Kontrolir Belanda pindah ke Padang, dan tetap bekerja pada bidang pekerjaan yang sama. Di darah Padang Hulu dan Padang Hilir, beliau tetap memperdalam pengetahuannya di bidang Pencak-Silat, dimana gerakannya berbeda bila dibandingkan dengan permainan Pencak-Silat dari daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di darah yang baru ini, Pencak Silat merupakan salah satu permainan kegemaran rakyat dan merupakan kebudayaan rakyat setempat.

Selanjutnya beliau berguru kepada seorang pendekar dan guru ilmu kebatinan yang bernama Datuk Raja Betua, dari kampung Alai, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Pendekar ini merupakan guru beliau yang pertama kali di daerah Sumatra Barat. Datuk Raja Betua mempunyai seorang kakak yang bernama Datuk Penghulu, dan adiknya bernama Datuk Batua, dimana ketiganya adalah pendekar-pendekar yang termasyur dan dihormati masyarakat.

1897 Pada umur 28 tahun beliau jatuh cinta kepada seorang gadis Padang. Puteri dari seorang ahli kebatinan yang berdasarkan agama Islam (Tasawuf). Untuk mempersunting gadis ini beliau harus memenuhi bebana, dengan menjawab pertanyaan dari gadis pujaannya yang berbunyi “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA MASDDAN” dan “SIAPAKAH SESUNGGUHNYA SAYA INI ?” (gadis pujaan itu ?). Karena beliau tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pikirannya sendiri, maka beliau berguru kepada seorang ahli Kebatinan yang bernama Nyoman Ida Gempol. Adalah seorang Punggawa Besar dari Kerajaan Bali yang di buang Belanda ke Sumatra (Padang), dan di kenal dengan nama Raja Kenanga Mangga Tengah (Bandingkan dengan nama Desa Winongo – Madiun – Tengah – Madya).

Kemudiaan pada tahun yang sama beliau belajar Pencak-Silat kepada Pendekar Datuk Raja Betua, selama 10 (sepuluh) dan memperoleh tambahan jurus-jurus dari daerah Padang, yaitu:

² Bungus (uit de haven van Teluk Bayur)

² Fort de Kock

² Alang – Lawas

² Lintau

² Alang

² Simpai

² Sterlak

Sebagai tanda lulus beliau mempersembahkan pisungsun yang berupa Pakaian Hitam komplit.

Selanjutnya, Ilmu Kebatinan yang diperoleh dari Nyoman Ide Gempol dipersatukan dengan Pencak-Silat serta Ilmu Kebatinan yang didapat dari Datuk Raja Betua, dimana olel Ki Ngabehi Soerodiwirjo digabungkan menjadi Ilmu dari PERSAUDARAAN “SETIA-HATI” WINONGO MADIUN.

v PERkimpoiAN

Akhirnya bebana yang diminta gadis pujaan beliau dapat dijawab, dengan menggunakan ilmu dari Persaudaraan “Setia-Hati” tersebut diatas. Dengan demikian beliau berhasil mempersunting gadis Padang, putri dari seorang ahli Tasawuf. Dari perkimpoian ini, beliau belum berhasil mendapatkan keturunan.

1898 Pada usia 29 tahun, beliau bersama istrinya pergi ke Aceh, dan bertemu adiknya (Soeradi) yang menjabat sebagai Kontrolir DKA di Lho Seumawe.

Di daerah ini beliau mendapatkan jurus::

² Jurus Kucingan

² Jurus Permainan Binja

Pada tahun tersebut, guru beliau Guru Besar Raja Kenanga Mangga Tengah O.G. Nyoman Ide Gempol diizinkan pulang ke Bali. Ilmu beliau dapat dinikmati oleh Saudara-saudara “S-H” dengan suatu motto::

“GERAK LAHIR LULUH DENGAN GERAK BATIN”

“GERAK BATIN TERCERMIN OLEH GERAK LAHIR”

1900 Ki Ngabehi Soerodiwirjo kembali ke Betawi bersama isteri, dan beliau bekerja sebagai Masinis Stoom Wals. Kemudian Ki Ngabehi Soerodiwirjo bercerai, dimana Ibu Soerodiwirjo kembali ke Padang, dan beliau pindah ke Bandung.

1903 Beliau kembali ke Surabaya dan menjabat sebagai Polisi Dienar hingga mencapai pangkat Sersan Mayor. Di Surabaya beliau dikenal keberaniannya dalam memberantas kejahatan. Kemudian beliau pindah ke Ujung, dimana sering terjadi keributan antara beliau dengan pelaut-pelaut asing

1903 Beliau mendirikan Persaudaraan “SADULUR TUNGGAL KECER – LANGEN MARDI HARDJO” pada hari Jum’at Legi 10 Syuoro 1323 H.

v PERkimpoiAN KE II

1905 Untuk kedua kalinya beliau melangsungkan perkimpoian dengan Ibu Sarijati yang saat itu berusia 17 tahun, dan diperoleh putera dari perkimpoiannya sebanyak 3 (tiga) orang putera dan 2 (dua) orang puteri, dimana semuanya meninggal sewaktu masih kecil..

1912 Beliau berhinti dari Polisi Dienar bersamaan dengan meluapnya rasa kebangsaan Indonesia, yang dimulai sejak tahun 1908. Beliau kemudian pergi ke Tegal dan ikut seorang paman dari almarhum saudara Apu Suryawinata, yang menjabat sebagai Opzichter Irrigatie.

1914 Beliau kembali lagi ke Surabaya dan bekerja pada D.K.A. Surabaya. Selanjutnya beliau pindah ke Madiun di Magazijn D.K.A. dan menetap di Desa Winongo Madiun.

1917 Persaudaraan “DJOJOGENDOLO CIPTO MULJO” diganti nama menjadi Persaudaraan “SETIA-HATI” Madiun.

1933 Beliau pensiun dari jabatannya dan menetap di desa Winongo Madiun.

1944 Beliau memberikan pelajaran yang terakhir di Balong Ponorogo (Saudara Koesni cs dan Soerjatjaroko) Kemudian beliau jatuh sakit dan akhirnya wafat pada hari Jum’at Legi 10 November 1944 jam 14:00 (Bulan Selo tanggal 24 tahun 1364 H), di rumah kediaman beliau di Winongo. Dimakamkan di Pesarean Winongo dengan Kijing batu nisan granit, serta dikelilingi bunga melati.

“SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI TUHAN YANG MAHA ESA”

Sehabis pemakaman dibacakan ayat Suci Al Qur’an oleh Bapak Naib Jiwan untuk memenuhi pesan terakhir Ki Ngabehi Soerodiwirjo sebelum wafat dan diambilkan ayat “Lailatul Qadar” (Temurunnya Wahyu Illahi)

CATATAN: ada wahyu yang loncat dan akan temurun pada waktunya.

PESAN BELIAU SEBELUM WAFAT ADALAH:

1. Jika saya sudah pulang ke Rachmatullah supaya saudara-saudara “Setia-Hati” tetap bersatu hati, tetap rukun lahir bathin.

2. Jika saya meninggal dunia harap saudara-saudara “S-H” memberi maaf kepada saya dengan tulus-iklas..

Saya titip ibunda Nyi Soerodiwirjo selama masih di dunia fana ini..

Surat Yasin ayat 1 : Yasien Yasien “Allah saja yang mengetahui maksudnya”

Surat Yasin ayat 58: Salaamun Qaulam mir Rabir-Rahiem “Selamat Sejahtera itulah seruan Allah Yang Maha Pengasih”.

Asalnya: Bapak Soewarno, Pencak Silat Dalam Tiga Zaman

Rambik

Senjata khas Madiun

1903 VS 1922

News

Para pendekar yang diamankan

Peringatan Malam Suro Diwarnai Tawuran, 13 Pendekar Diamankan

Madiun – Menyambut Tahun Baru Jawa 1 Suro dan Hijriyah 1 Muharram di Kota Madiun diwarnai tawuran antara pendekar silat dari Perguruan Silat Terate (PSHT) dengan puluhan pemuda di Kota Madiun, Senin (29/12/2008) dinihari. Dari tawuran tersebut, polisi mengamankan 13 pendekar.

Ribuan pendekar pencak silat dari PSHT menggelar konvoi memperingati dan menyambut malam Tahun Baru Jawa 1 Suro dan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram 1430 H di Kota Madiun sejak Minggu sore hingga Senin (29/12/2008) dinihari. Selain itu, mereka juga berziarah di makam leluhurnya pendekar Terate di kawasan Kelurahan Pilangbangu dan Taman.

Usai berziarah, konvoi pendekar Terate itu dihadang puluhan pemuda di depan kantor PLN Manisrejo. Mendapat hadangan itu, sebagian pendekar turun dari mobil pick up dan mengambil bebatuan yang ada di sekitar lokasi dan melemparkan ke sekumpulan pemuda yang menghadangnya.

“Dalam aksi tersebut tidak ada korban jiwa. Tapi kita sudah mengamankan 13 pemuda yang diduga terlibat tawuran, bebatuan dan satu unit mobil pickup,” kata Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Eko Rudianto kepada detiksurabaya.com, Senin (29/12/2008).

Penangkapan 13 pemuda dari pendekar PSHT dilakukan di petugas dari Polsek Wungu. “Saat ini mereka masih kami mintai keterangan,” tambahnya.

Sementara Supangat (25) salah satu pendekar PSHT yang diamankan di Mapolresta Madiun, mengatakan dirinya tidak ikut terlibat tawuran, karena berada di atas mobil bersama 10 rekan lainnya. “Rombongan kita tidak tahu kalau di depan tawuran. Lah wong kita naik pick up di belakang,” katanya kepada detiksurabaya.com.

Dari pantauan detiksurabaya.com, pasca tawuran, aparat kepolisian saat ini masih terus melakukan patroli di jalan-jalan protokol. Terutama yang menuju malam leluhur PSHT kawasan Kelurahan Pilangbangau kecamatan Kartoharjo dan Kelurahan/Kecamatan Taman.

Sebelum tawuran, poisi menggelar razia terhadap pengguna kendaraan terutama pengendara motor. Dari razia tersebut, polisi mengamankan 8 pengendara motor yang kedapatan membawa barang bukti senjata tajam berupa pisau bandek.

Ribuan Pendekar Winongo Konvoi, Madiun Mencekam

Madiun – Suasana mencekam tampak di berbagai sudut Kota Madiun, Jawa Timur pada Minggu (4/11/2007). Sedikitnya 1.000 personel kepolisian dengan senjata laras panjang
berjaga-jaga di sepanjang jalan utama dan tempat keramaian di Kota madiun.

Pada hari ini, sedikitnya ribuan pendekar dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Tunas Muda (Winongo) melakukan halal bihalal yang dipusatkan di Desa Winongo, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun.

Pengalaman sebelumnya, saat terjadi kerumunan pendekar maka aksi kekerasan, kriminalitas dan bentrok pendekar antar perguruan silat Winongo dan Setia Hati Teratai (SHT) kerapkali terjadi.

Pantauan detiksurabaya.com, setelah melakukan halal bihalal di Desa Winongo, ribuan pendekar Winongo kemudian melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda
motor disepanjang jalan di Kota Madiun. Para pendekar tersebut memadati jalan dengan tidak mengindahkan peraturan lalu lintas dan meneriakkan yel-yel tentang
Winongo.

Walaupun aparat kepolisian tetap melarang mereka melakukan konvoi di jalan-jalan utama, namun tampaknya ribuan pendekar tetap melakukan konvoi di jalan utama
antara lain Jalan Pahlawan, Agus Salim dan melewati bundaran alun-alun Madiun. Akibat hal ini, Kota Madiun macet selama tiga jam lamanya.

Mengantisipasi jumlah pendekar yang melakukan konvoi semakin besar aparat kepolisian melakukan sweeping diberbagai jalan perbatasan Kota Madiun dengan daerah lain. Mereka yang memakai seragam kebesaran Winongo yang berpakaian hitam dilarang memasuki Kota Madiun.

Data yang dihimpun detiksurabaya.com, personel kepolisian yang dikerahkan berasal dari Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Madiun, Polresta Madiun,
Polres Ngawi, Magetan dan Kepolisian Wilayah (Polwil) Madiun.

Konvoi dan kerumunan massa di sepanjang kota Madiun akhirnya bubar dengan sendirinya setelah petugas kepolisian berhasil memecahkan rombongan konvoi menjadi dua bagian dan digiring menuju keluar dari Kota Madiun.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Madiun, AKP Tjanu mengatakan, belum ada pendekar yang diamankan pihaknya karena telah melakukan aksi kriminalitas saat
konvoi berlangsung.

“Kami akan menahan mereka jika kami melihat ada yang melakukan aksi pelemparan, penjarahan atau tindakan kriminalitas lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika pengamanan ketat Kota Madiun akan dilakukan hingga besok untuk menghindari terjadinya bentrok pendekar antar perguruan silat.

Konvoi Pendekar Setia Hati, 2 Rumah Rusak

Magetan – Beberapa orang yang mengaku pendekar dan memakai pakaian dari Perguruan Silat Setia Hati Teratai (SHT) berupaya melakukan perusakan di rumah-rumah warga yang terletak di Desa Sambirejo dan Madigondo, Kecamatan Takeran, Magetan, Minggu (11/11/2007).

Dengan berkendara sepeda motor, mereka melempar rumah warga setempat dengan batu atau kerikil. Amukan mereka terjadi saat konvoi kepulangan para pendekar setelah menghadiri halal bihalal di Karangjati, Ngawi.

Dampaknya, warga yang berada di wilayah tersebut ketakutan dan memilih berdiam diri di dalam rumah. Rumah-rumah warga dan toko ditutup hingga para pendekar selesai melintas.

Toko-toko yang berada di sepanjang jalan tersebut juga tak luput dari sasaran para pendekar. Mereka berusaha membuka toko dan mengambil berbagai barang dagangan. Namun upaya penjarahan ini digagalkan oleh kepolisian yang sudah berjaga-jaga.

Melihat polisi sudah berjaga-jaga, mereka semakin mengamuk dan melakukan konvoi dengan ugal-ugalan serta tak mematuhi peraturan lalu lintas yang ada.

Sementara pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat memilih menepikan kendaraannya agar terhindar dari amukan para pendekar yang pulang dari halal bihalal pendekar teratai se-eks karisidenan Madiun.

Agar bentrokan dan perusakan para pendekar ini terjadi, ratusan polisi yang dikerahkan dari Kepolisian Magetan dan Madiun menutup jalur transportasi hingga para pendekar ini selesai berkonvoi.

“Kami belum menghitung kerugian karena amukan para pendekar tersebut. Karena hingga saat ini suasana belum tenang dan warga memilih berada di dalam rumah,” jelas Humas Pemkab Magetan, Willy Ristanto.

Rusak Rumah Warga, 7 Pendekar Teratai Jadi Tersangka

Magetan – Tujuh pendekar yang berasal dari Setia Hati Teratai (SHT) ditangkap polisi, Senin (12/11/2007). Mereka ditetapkan sebagai tersangka perusakan rumah milik warga di Desa Sambirejo, Kabupaten Madiun dan Desa Madigondo, Kecamatan Takeran.

Kasat Reserse Kriminal Polres Magetan, AKP Suwono kepada detiksurabaya.com, mengatakan akan menjerat para pendekar yang melakukan perusakan dengan pasal tindak pidana.

Demi keamanan, AKP Suwono tidak bersedia menyebutkan nama pendekar yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia menambahkan ketujuh pendekar tersebut berasal dari Desa Tanjung, Suco, Bendo, Kecamatan Bendo serta Desa Kerik Kecamatan Takeran.

“Beberapa dari mereka telah mengakui melakukan pelemparan dan perusakan rumah saat mereka melakukan konvoi setelah menghadiri halal bihalal Teratai,” jelasnya, Senin (12/11/2007).

Suwono mengatakan selain menetapkan tujuh pendekar tersebut sebagai saksi, pihaknya juga meminta keterangan dari sedikitnya dari lima pendekar Teratai yang statusnya masih sebatas saksi.

Menurutnya tindakan para pendekar ini sangat meresahkan warga. Rumah-rumah warga serta pertokoan yang berada disepanjang jalan terpaksa tutup untuk menghindari aksi perusakan, penjarahan dan tindak pidana lainnya.

“Tindakan anarkis sering dilakukan oleh para pendekar. Penetapan tersangka ini semoga menjadi pelajaran bagi para pendekar lain agar tidak melakukan tindakan pidana yang merugikan warga serta dirinya sendiri,” ujarnya

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

PERBEDAAN SH TERATE DENGAN SH













1.Sh terate siapapun bisa mengikuti karena bersifat umum,sedangkan SH untuk para bangsawan saja
2.SH terate ada senam & jurus kalau SH tidak ada senam langsung ke jurus
3.SH terate nilai Persaudaraannya diutamakan sedangkan SH tidak ada
4.SH terate mempunyai Organisasi sedangkan SH tidak
5.SH terate ada tingkatan-tingkatan sedangkan SH tidak ada

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Kamis, 19 Agustus 2010

MAKAM KI AGENG SOERODIWIRYO

Beliau adalah Pencipta Pencak Silat SH dan pendiri Persaudaraan SETIA HATI dan merupakan embrio dari Persaudaraan Setia Hati Terate. Beliau wafat pada tahun 1944 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman umum Desa Winongo - Madiun

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

MAKAM KI HAJAR HARDJO OETOMO


Beliau adalah pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1922. Beliau wafat pada tahun 1948 dan dimakamkan di komplek Pemakaman Umum Desa Pilangbango - Madiun ( sebelah timur Kota Madiun ).
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

MAKAM RM. SOETOMO MANGKOEDJOJO


Beliau adalah Ketua Umum pertama sejak Persaudaraan Setia Hati Terate diubah strukturnya dari Perguruan menjadi Organisasi - mempunyai AD / ART. Beliau wafat pada tahun 1975 dan di makamkan di Komplek Pemakaman Umum Cangkring Kota Madiun ( sebelah barat Stadiun Wilis Madiun ).

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

MAKAM RM. IMAM KOESSOEPANGAT


Beliau adalah salah seorang pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate yang pada masa jabatannya PSHT mengalami perkembangan yang sangat pesat. Beliau wafat pada tahun 1988 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Umum Taman Kota Madiun.
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

SEJARAH TERBENTUKNYA 10 PERGURUAN HISTORIS.


Pada tahun 1950 Pemerintahan Republik Indonesia berpindah tempat dari Yogyakarta ke Jakarta. Perpindahan tersebut diikuti dengan perpindahan kantor kementerian, kantor-kantor pemerintah dan pegawai-pegawainya.

Demikan pula Pengurus Besar IPSI secara de facto berpindah tempat dari Yogyakarta ke Jakarta, namun tidak semua anggota pengurus-pengurus Besar Ikata Pencak Silat Indonesia dapat ikut pindah ke Jakarta.

Manajemen dan Operasional PB IPSI pun melambat sedang sistem kendali terhadap Pencak Silat semakin menyusut.

Pada tahun 1950 tersebut Negara Republik Indonesia juga sedang dirongrong oleh gerakan separatis Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia ( DI/TII ) yang bermasud mendirikan Negara Islam Indonesia.

Untuk melawan DI/TII tersebut Panglima Teritorium III waktu itu, Kolonel (terakhir Letnan Jenderal) R.A. Kosasih dibantu Kolonel Hidayat dan Kolonel Harun membentuk PPSI (Persatuan Pencak Silat Indonesia) yang dimaksudkan untuk menggalang kekuatan jajaran Pencak Silat untuk menghadapi DI/TII yang berkembang di wilayah Lampung, Jawa Barat (termasuk Jakarta), Jawa Tengah bagian Barat termasuk D.I. Yogyakarta.

Sesuai dengan wilayah pembinaannya, maka aliran Pencak Silat yamg termasuk PPSI ialah Perguruan Pencak Silat aliran Pasundan.

Sehingga timbulah dualisme dalam pembinaan, pengendalian Pencak Silat di Indonesia. Kebetulan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) lebih banyak melaksanakan pembinaan pada aspek Olah Raga, sedangkan Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) lebih banyak membina pada aspek seni pertunjukan (ibing Pencak Silat) dan Pencak Silat bela diri untuk melawan DI/TII.

Persatuan dan kesatuan jajaran Pencak Silat di Indonesia menjadi lebih terancam lagi dengan adanya Perguruan Pencak Silat yang mengembangkan Pencak Silat tersendiri di luar IPSI dan PPSI, misalnya Bapensi, Perpi, Silat Betawi, dll.

Sementara itu IPSI harus berjuang keras agar Pencak Silat dapat masuk sebagai acara pertandingan di Pekan Olahraga Nasional. Sedangkan PPSI pun setiap menjelang PON juga berusaha untuk memasukkan Pencak Silatnya agar dapat ikut PON. Namun Pemerintah, yang pada tahun 1948 ikut mendirikan IPSI, hanya mengenal IPSI Induk Organisasi Olah Raga pada tahun 1950 masih KOI dan PORI, tahun 1960-an menjadi KOGOR, menjelang Asian Games ke-IV/ 1962 di Jakarta KOGOR dibubarkan dibentuk DORI. KOGOR (Komando Gerakan Olah Raga), DORI (Dewan Olah Raga Indonesia).

DORI dipimpin secara ex officio oleh Presiden Soekarno dan Menteri Olah Raga Maladi. Bp. Maladi mantan Ketua Persatuan Sepak Bola Solo (PERSIS) mengetahui benar pembentukan IPSI pada tahun 1948, sehingga beliau juga menganggap IPSI sebagai satu-satunya induk Organisasi Cabang Olah Raga Pencak Silat.

Apalagi pada tahun 1969 tanggal 31 Desember IPSI ikut mendirikan Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) maka status keanggotaan IPSI di KONI adalah sebagai Pendiri menjadi lebih kokoh lagi.

Pada Era tahun 1960, PB IPSI membentuk Laboratorium Pencak Silat yang bertujuan agar dapat disusunnya suatu peraturan pertandingan Pencak Silat yang baku dan memenuhi kriteria suatu pertandingan olahraga, yang dapat dipertandingkan ditingkat Nasional.

Para Laborat, terdiri dari : Bp.Arwono Adji HK dari Perisai Diri, Bp. Januarno dan Bp. Imam Suyitno dari Setia Hati Terate, Bp. Moch Hadimulyo dibantu Dr. Rachmadi dan Dr. Djoko Waspodo dari KPS Nusantara. Sebagai informasi sebelumnya, sejak PON ke IV di Bandung, Pencak Silat hanya dipertandingkan dalam bentuk demonstrasi (eksebisi), dalam bentuk permainan tunggal (solospel) dan permainan ganda dan ini berlangsung sampai PON ke VII di Surabaya.

Menjelang Kongres IPSI ( Munas ) IPSI ke IV tahun 1973 beberapa tokoh Pencak Silat yang ada di Jakarta membantu PB IPSI untuk mencari calon Ketua Umum yang baru, karena Bp. Mr. Wongsonegoro pada saat itu sudah tua sekali.

Bp. Brigjen Tjokropranolo ( terakhir Letjen TNI ) yang pada saat itu menjabat selaku Gubernur DKI Jakarta, bersedia menjadi calon Ketua Umum PB IPSI.

Kemudian Bp. Tjokropranolo dibantu oleh Perguruan Pencak Silat antara lain : Dari Tapak Suci Bp. Tanamas, Bp. Haryadi Mawardi; Dari KPS Nusantara Bp. Moch Hadimulyo dibantu Bp. Sumarnohadi, Dr. Rachmadi, Dr. Djoko Waspodo; Dari Kelatnas Perisai Diri Bp. Arnowo Adji HK; Dari Phasadja Mataram Bp. KRT Sutardjonegoro; Dari Perpi Harimurti Bp. Sukowinadi; Dari Perisai Putih Bp.Maramis, Bp. Runtu, Bp. Sutedjo dan Bp. Himantoro; Dari Putera Betawi Bp.H. Saali; Dari Persaudaraan Setia Hati Bp. Mariyun Sudirohadiprodjo, Bp. Mashadi, Bp. Harsoyo dan Bp.H.M. Zain; Dari Persaudaraan Setia Hati Terate Bp. Januarno, Bp. Imam Suyitno dan Bp. Laksma Pamudji.

Atas jasa Bp. Tjokropranolo, kemudian berhasil diadakan pendekatan kepada 3 (tiga) pimpinan PPSI yang kebetulan satu corps yaitu Corps Polisi Militer, maka IPSI setuju berintegrasi pada IPSI, dan Sekretariat PB IPSI di Stadion Utama dijadikan juga sebagai Sekretariat PPSI.

PAda Kongres IPSI ke IV, Bp.H. Suhari Sapari, Ketua Harian PPSI datang ke Kongres dan menyatakan bahwa PPSI bergabung ke IPSI. Kedudukan beliau sebagai Ketua Bidang Seni kenudian digantikan oleh Bp. HMSTA Johny.

Pada waktu Bp. Tjokropranolo menyusun kepengurusan PB IPSI, banyak diantara tokoh-tokoh tersebut diatas bergabung menjadi anggota PB IPSI untuk bersama-sama meningkatkan kewibawaan, kemantapan manajemen, memperkuat rentang kendali PB IPSI sampai ke daerah-daerah.

Bapak Tjokropranolo juga merintis berdirinya Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa disingkat PERSILAT yang kemudian diperkuat oleh Bp.H. Eddie M.Nalapraya.

Perguruan Pencak Silat yang ikut memperjuangkan utuhnya IPSI tersebut pada Kongres IPSI ke IV/1973 ditetapkan sebagai 10 (sepuluh) Perguruan Pencak Silat yang dianggap memenuhi syarat sebagai Anggota IPSI Pusat. Jasa pemersatu IPSI sebagai ganti persyaratan anggota IPSI Pusat.

Dalam kurun waktu kepengurusan Bp.Tjokropranolo salah satu anggota IPSI Pusat mohon kepada Ketua Umum PB IPSI agar perguruannya dikeluarkan dari keanggotaannya di IPSI Pusat, karena merasa bahwa perguruannya tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota IPSI Pusat, namun Bp. Tjokropranolo menjawab bahwa keanggitaan 10 (sepuluh) Perguruan Silat tersebut di IPSI Pusat tidak tergantung memenuhi syarat atau tidak ketentuan keanggotaan IPSI Pusat, melainkan bahwa 10 (sepuluh) Perguruan Silat tersebutlah yang telah berhasil bukan sekedar menyusun bahkan juga melaksanakan program-program IPSI secara konsisten dan berkesinambungan.

Pada tahun 1974 bulan November oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan diselenggarakan Seminar Olah Raga Asli di Tugu, Cipanas sebagai langkah awal untuk memasukkan Pencak Silat disekolah, Penciptaan Senam Pagi seri A,B,C,D yang mengambil unsure gerakan Pencak Silat. Pencak Silat juga asudah berhasil masuk sebagai kurikulum disekolah. Akan tetapi ternyata IPSI dan anggotanya tidak mampu mensilabus dan kurikulum disekolah yang bersangkutan.

Pada waktu kepemimpinan Bp. Eddie M. Nalapraya nama kelompok 10 (sepuluh) Perguruan Silat anggota IPSI Pusat tersebut diubah menjadi “10 (sepuluh) Perguruan Historis“, setelah sebelumnya disebut sebagai “Top Organisasi“ juga “Perguruan Induk“ dan kemudian “Perguruan Anggota Khusus”, dimana keanggotaannya di IPSI Pusat menjadi anggota khusus. Di dalam setiap Munas IPSI maka Perguruan Historis ini selalu menjadi peserta dan memiliki hak suara didalam Munas.

Mengikuti pola keanggotaan tersebut, maka pada saat pendirian PERSILAT, diadakan pula sebutan “Negara Pendiri“ yang merupakan Negara-Negara yang pertama kali mendirikan PERSILAT, dan memiliki hak khusus, yakni memiliki hak untuk menempatkan personilnya sebagai President of PERSILAT (Ketua Umum PERSILAT) secara bergiliran diantara para Negara Pendiri tersebut.


artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Kebersamaan PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo


Kita cukup mengenal dengan perseteruan-persetueruan tak beralasan antara generasi
muda Persaudaraan Setia Hati Terate dengan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo.
Dalam acara yang cukup ramah dan simpatik inilah masing-masing ketua dari 2 Perguruan besar
duduk bersama. Keihklasan untuk bisa saling menerima perbedaan adalah suatu hal yang mudah,
bila kita mempunyai hati yang putih, suci dan niat bersih untuk perdamaian.
Kenapa kita harus "berkelahi" bila harus mendapatkan pengakuan ?


2 Pemimpin Perguruan besar memberikan simbolisasi Persatuan dan Perdamaian
dengan saling menggenggam kedua tangan mereka. Ternyata, masyarakat (anggota dari 2 perguruan besar)
masih perlu simbolisasi dari pemimpin mereka untuk bisa berubah. Semoga saja Tuhan YME
memberikan para anggota dan simpatisan suasana kedamaian di hatinya masing-masing. Amin.


Semakin makmur para masyarakat karena kebutuhan dasar sudah mencukupi, maka mereka akan semakin damai. Tetapi kenapa meski anggota dari 2 Perguruan besar itu sudah kenyang dengan makanan tetap saja "berkelahi"?. Semoga simbolisasi Tumpengan ini bisa memberi berkah bagi kedua Perguruan besar ini. Amin.


artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Melacak Akar Konflik Antar Perguruan Silat di Karisidenan Madiun



Kasus perkelahian antar perguruan silat yang di motori oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Setia Hati winongo atau di sebut STK (Sedulur tunggal kecer) di karesidenan madiun akhir-akhir ini sangat marak dan melibatkan masa pendukung secara massif dan di sertai dengan pengerusakan serta jatuhnya korban jiwa.

Konflik yang berpangkal dari perbedaan penafsiran dan klaim kebenaran tentang ideoligi keSHan merambat hampir seluruh karisedanan Madiun. Hadirnya konflik tersebut juga meinimbulkan keresahan dan ketidaknyaman berbagai lapisan masyarakat. Arkeologi Kekerasan SH Terate VS SH Winongo Perkelahian secara turun temurun antar SH Terate dan SH Winongo tidak lepas dari setting sejarah yang melatarbelakangi.

Kedua perguruan tersebut awalnya merupakan satu perguruan yaitu Setia Hati (diawali berdirinya Sedulur Tunggal Kecer) yang berdiri di
kampung Tambak Gringsing Surabaya oleh KI Ngabei Soero Diwiryo dari Madiun pada tahun 1903. Pada tahun tersebut KI Ngabei belum menamakan perguruannya dengan nama Setia Hati namun, bernama “Joyo Gendilo Cipto Mulyo” hanya dengan 8 orang siswa, didahului oleh 2 orang saudara yaitu Noto/Gunadi (adik kandung KI Ngabei sendiri) dan kenevel Belanda. Organisasi silat tersebut mendapat hati di kalangan masyarakat sekitar tahun 1917, yang mana Joyo Gendilo Cipto Mulyo mealkukan demonstarsi silat secara terbuka di alun–alun Madiun dan menjadikannya sebgai perguruan yang popular di kalangan masyarakat karena gerakan yang unik penuh seni dan bertenaga.

Pada tahun 1917 Joyo Gendilo Cipto Mulyo bergati nama dengan Setia Hati. Pendiri perguruan tersebut meninggal pada tanggal 10 November 1944 dalam usia 75 tahun, dengan meninggalkan wasiat supaya rumah dan pekarangannya diwakafkan kepada Setia Hati dan selama bu Ngabei Soero Diwiryo masih hidup tetap menetap di rumah tersebut dengan menikmati pensiun dari perguruan tersebut.

KI Ngabei dimakamkan di Desa Winongo Madiun dengan batu nisan garnit dengan dikelilingi bunga melati. Dan oleh berbagai kalangan makam Ki Ngabei dijadikan pusat dari perguruan Setia Hati. Dan pada Tahun 1922 Murid KI Ngabei Soero Diwiryo mendirikan Setia Hati Teratai sebagai respon untuk mengembangkan Pencak silat dengan ideologi ke SH an.

Pertentangan Ideologi memulai memuncak ketika pendiri SH meninggal yang mana konflik tersebut di motori oleh dua murid kesayangan Ki Ngabei Soero Diwiryo yang mengakibatkan pecahnya SH dan terbagi dalam 2 wilayah teritorial yaitu SH Winongo yang tetap berpusat di Desa Winongo dan SH Terate di Desa Pilangbangau Madiun.

Konflik kedua murid merambat sampai akar rumput sampai sekarang yang di penuhi rasa kebencian satu sama lain. Belum lagi konflik di perparah kepentingan politik dan perebutan basis ekonomi. Basis pendukung antar kedua perguruan di bedakan oleh perbedaan kelas juga. SH Winongo berkembang dalam alan perkotaan dan basis pendukungnya adalah para bangsawan atau priyayi sedangkan SH Teratai berkembang di wilayah pedesaan dan pinggiran kota. Perpecahan kedua perguruan tadi juga terletak dalam strategi pengembangan ideologi yang satu bersifat ekslusif sedangkan Hardjo Utomo ingin membangun SH yang lebih bisa diterima masyarakat bawah guna melestarikan perguruan.

Melihat dari latar belakang tersebut konflik yang tejadi adalah konflik identitas yang mana kedua perguruan tersebut saling mengklaim kebenaran pembawa nilai Ideoligi SH yang orisinil dan menganggap dirinya yang paling baik dan benar. Klaim kebenaran terus menerus di reproduksi sehingga membentuk praktek–praktek diskursif yang saling meyalahkan satu sama lain.

Konflik yang di gerakkan oleh klaim kebenaran pemegang otoritas tunggal ideologi ke SH an juga di dukung olehkultur agraris masyarakat setempat yang dalam kehidupan sehari-hari tidak mempunyai kegiatan selain bertani untuk memenuhi kebutuhan sehari –hari. Tumbuh suburnya perguruan silat di karesidenan Madiun juga di topang oleh idelogi pencak silat yang di olah kebatinan kejawen yang sangat familiar dalam kehidupan sehari–hari.

Implikasinya kelompok silat menjadi suatu yang itegral dalam kehidupan masyarakat dan masyarakat juga ikut melestarikan konflik di sebabkan tingkat partisipasinya dalam kelompok silat sangat tinggi. Hadirnya kelompok silat dalam masyrakat agraris adalah sebuah media sosial untuk melepaskan rutinitas sehari–hari dan sebagai pelepas tekanan kemiskinan yang sering di derita masyarakat petani.

Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kelompok silat dan di barengi sentimen ideologis yang kuat dan cenderung emosional dalam bertindak seringkali di manfaatkan oleh kelompok kepentingan yaitu oleh para politisi lokal untuk mendukung parpol yang di pimpimnya. Fenomena tersebut bisa di lihat Mantan Bupati Ponorogo Markum pada tahun 1998 lalu bergabung menjadi anggota kehormatan SH Terate. Maka kelompok silat yang jumlahnya ribuan sangat potensial untuk mendukung kepentingan parpol tertentu.

Hadirnya nuansa politisasi dalam sebuah organisasi silat yang menambah rantai konflik semakin panjang dan sangat sulit untuk diselesaikan. Pertarungan eksistensi antara SH Winongo dan SH Terate juga ber imbas pada perekutan anggota sebanyak–banyaknya. Dalam memperebutkan anggota juga sebagai perebutan basis ekonomi.

Penutup

Konflik Identitas antara SH Winongo dan SH Teratai yang di mulai dengan klaim kebenaran tentang pemegang teguh ajaran ke SH an sekarang mulai merebak pada perebutan basis ekonomi serta di manfaatkanya kelompok silat sebagai penyokong parpol tertentu.

Di lain sisi masyrakat pun ikut melestarikan adanya konflik tersebut. maka untuk menghindari adanya konflik ideologis yang berkepanjanngan perlu di lakukan tindakan yang tegas oleh aparat kepolisian. Serta pemerintah daerah setempat harus menciptakan media sosial yang lain yang dapat membuat masyarakat keluar dari rutinitas sehari-hari dan terlepas dari berbagai tekanan sosial ekonomi yang selalu menghatui.


artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

ALAMAT CABANG PSHT



1 DKP MADIUN ( ARIEF SOERJONO ), Drs. Jl. Cokro Wijoyo No. 7 Madiun Telp. (0351) -


2 SURABAYA ( H. ALIADI IKA, Drs, MM.) Jl. Mayjen Sungkono 92 A Surabaya Telp. (031) 5684292

3 JAKARTA PUSAT ( FAHMI WARDI ) Gedung PPM, Jl. Menteng Raya 9 Jakarta 10340. Telp. (021) 2300313 Ext. 1967 Wahyuni, Fax. : (021) 2302050/51

4 SURAKARTA ( ARIF HUDAYANTO ), Drs. Jl. Paku Buwono No. 1 Alun-alun Utara, Solo. Telp. (0271) 665438 a/n. Narwan

5 YOGYAKARTA ( H. HERU PRIYATNO, SH. ) Perum Pemda Malanga Indah No. 3, Giwangan Umbulharjo Yogyakarta 55163

6 MALANG ( AGUS SANTOSO, Ir. ) Jl. Merbabu No. 5 Telp. (0341) 362980 / Jl. D. Tambingan 18 Malang Telp. (0341) 711992

7 NGAWI ( MOERHANDOKO, Drs. ) Jl. Bernadip No. 29 Ngawi Telp. (0351) 749728

8 CEPU ( BUDI HARJONO, Spd.) SLTPN 4 Cepu Jl. Cepu-Randu Km 3,5 Cepu. Telp. (0296) 421631/K (0296) 425013/R

9 TEGAL ( SUSETO/DWI LAKSONO ) Jl. Ketileng No. 13 Slawi Tegal Telp. (0283) 491765/498669/didi

10 MOJOKERTO ( SUBANDI ) Jl. Welirang II/12 Perum Wates Mojokerto. Telp. 0321-323475

11 MAGETAN ( SOERJADI ), Drs. Jl. Manggis 87 Barat Balai Ds. Gulun Maospati Magetan Telp. 0351-868395

12 PONOROGO ( ASMUNI ), Drs. Jl. Lombok 13 Ponorogo Telp./Fax. 0352-482021

13 NGANJUK ( H. HARSONO, Drs, MM.) Jl. Lurah Surodarmo 28 Nganjuk Telp. 0358-321551

14 KEDIRI ( HERY SOESETIJO, Drs.) Perum Wilis Indah I, Jl. Wilis Mulyo 44 Kediri, Telp. 0354-771600

15 BLORA SUGENG SUMARNO, S.Sos. Jl. Cocakrowo No. 57 Perumnas Karangjati Blora

16 SEMARANG KOTA C. DAYAT, S.Sos. Jl. Plamongan Permai I/359 Semarang, Telp. 024-6716020 R/ 024-3572205 K

17 SRAGEN KARMO, SPd. & SURTONO, Drs. Padepokan PSHT Dk. Putatsari Kel. Kroyo, Kec. Karangmalang, Kab. Sragen. Telp. 0271-894143

18 KLATEN MARDJONO Pakis. Jl. Jogya – Solo Km 17 Gg. II No. 26 Timur SMUN Delanggu Klaten 57473. Telp. 0272-552661

19 PEKALONGAN SURIPTO Jl. Kusuma Bangsa Gg. IC Perum Puskesmas Kandang Panjang Pekalongan 51115, Telp. 0285-413575/ 0285-421263 K

20 BANDUNG AGUS SANTOSO, Ir. Komplek Sukamenak Blok N. 16 Kopo Bandung. Telp. 022-5400703/ 0811210386

21 BOGOR SURADI SLTP Taruna Bhakti Cimanggis 021-8750786 R Jl. Perkapuran Ds. Curug RT 02/06 Bogor, Jawa Barat 16953

22 CILEGON MOCH. NUR SUDRAJAT Jl. Lembang Raya 8 Citangkil Cilegon. Telp. 0254-395945/391104 . 0254-393146 Fax. 0254-395839

23 PALEMBANG DARYONO/PANCA SUORO Jl. Purwosari II No. 024-025 RT.049 RW.010 Kel. Bukit Sangkal Kec. Kalidoni Palembang 08127101964

24 BOJONEGORO SUWARNO Jl. Dr. Setyobudi No. 31 Bojonegoro 62113, Telp. 0353-884248/883544. 0358-889763

25 JEMBER SUHERI, SH./ SAPTONO YUSUF Jl. Ciliwung I/73 Jember Telp. 0331-426097

26 LAHAT Drs. MASRONI Jl. Bandar Jaya Blok D No. 69 Lahat Telp. 0731-23760

27 BANGKA – BELITUNG HUSMAN, A. Md. Jl. Batin Tikal Gg. Linggo SD Negeri 378 Air Ruay Kec. Pemali Sungai Liat Bangka

28 PONTIANAK SLAMET K/SOFYAN Jl. Kom. Yos Sudarso Gg. Alpokat Permai No. 40 Pontianak Telp. 0561-774192, Fax. 0561-736057

29 BANGKALAN FAUSI, SE. Jl. KH. Hasyim Asyari 47 Bangkalan 69115, Telp. 031-3095369, Fax. 031-3095039

30 KUPANG EKO NASIKUN Jl. Nefona IV/74 Perumnas Kel. Nefonaek, Kupang NTT, Telp. 0380-832744/832191

31 SUMENEP SUPIANDI, Drs. Perumahan Batu Kencana Blok H No. 37 Sumenep Madura, Telp. 0328-671279

32 TAPIN EDI SUMARYANA, Drs. Jl. PB. Sudirman No. 02 RT.IX Dulang Rantau Tapin 71111, Telp. 0517-31664. HP 08164560116

33 BALIKPAPAN SUBAGYO, SE. PT. PP/Ex. PT. Cipta Niaga Jl. Gajah Mada 22 Balikpapan Kaltim, Telp. 0542-410578

34 WONOGIRI SUGIYATTO, Drs. Jl. Diponegoro 69 Wonogiri 57615 Telp. 0273-323722- Wiyono/ 0273-323192- Sunoto

35 SINGKAWANG SYAHID HZ Jl. Kalimantan No. 40 Singkawang 29111 Kalimantan Barat

36 TIMIKA JOKO LEGONO PRIYANTO Jalan Nanas Timika Jaya Ex. SP II Padepokan PSHT P.O Box 99 Phone: 0901323632 Kabupaten Timika - Papua

37

38 CILACAP JOKO SUSANTYO d/a SAPTO SUGIONO Jl. Raya Slarang No. 87 RT.01/05 Kesugihan Cilacap 53274 Telp. 0282-695533

39 PURWOREJO SETYO BUDI CAHYONO, Drs. Jl. Tanjung Anom 76 RT.01/IX Kutoarjo Purworejo 54212

40 BANJARMASIN LASMINTO Jl. Belitung Darat Komp. Navigasi No.140, K. Telp. 0511-65492

41 SAMARINDA SUGENG RAHARDJO Jl. Danau Maninjau No.29 RT.14 Samarinda 75117, Telp. 0541-746980

42 KEBUMEN

43 JOMBANG SOERJONO, ST. Perumda Jl. Anggrek IX B.5 Jombang, Telp. 0321-870143/ 0354-443249

44 PROBOLINGGO AGUS HARIYANTO, SSos. Jl. Prof D.R. Hamka 459 Probolinggo 67252 Telp. 0335-426194

45 SIMALUNGUN M. TAHIR/ SURATNO Jl. Rajimin Purba No.89 Pasar IA Perdagangan 21184 Simalungun Sum-Ut, Telp. 0622-96513

46 BANJAR SUKADI Jl. Padat Karya RT 03 Cabi Kec. Simpang Empat Kab. Banjar 70673

47 MAGELANG NUHADI ABAS, Ir. Jl. Ringin Anom No.186 RT.02/03 Magelang 56114 Telp. 0293-311050/ 08122700594

48 KENDAL BUDIYONO Ds. Jenarsari RT.01 RW.03 Gemuh Kendal 51356, Telp. 0294-643842

49 PEMALANG BAMBANG LUKIARSO SLTPN 1 Comal Jl. A. Yani No.22 Comal – Pemalang 52363 Telp. 0285-577191 K

50 BOYOLALI MARYONO, SPd. Jl. Sendowo No. 18 B Banaran RT.08/RW.02 Banaran Boyolali

51 LAMONGAN HARTO, SPd. SLTPN 1 Turi Lamongan Telp. 0322-390914/324334 Jl. Raya 164 Turi Lamongan

52 MATARAM

53 BEKASI SUGITO RANDI HUSODO Kampung Dua, RT 003/02 No. 94 Kecamatan Jaka Sampurna Bekasi 17145 Phone: +6221 – 88953807 E-mail:
arief.heru@hp.com

54 TANGERANG V. BAMBANG HERNUX’S Jl. Wortel III No.10 Perumnas Tangerang, Telp.021-5580206 Fax.5587653

55 LANGKAT Drs. SARWOKO PT. Buana Estate Perkebunan Citra Raya, Kec.Secangkang Kab.Langkat Sum-Ut 20855

56 PAMEKASAN SAHURI RODANI Jl. Gatot Kaca No.32 Pamengkasan Madura, Telp.0324-329043 (Jenny)

57 BLITAR JARWANTO, SH Dk. Maron, Selokajang, Kec. Srengat, Kab. Blitar. HP : 0823420265

58 TULUNGAGUNG HADI PURNOMO Ds.Sobontoro Indah Blk. RSU Dsn. Greco RT.01 RW.05 Tulungagung 66322 Telp. 0355-324202

59 TUBAN MUSTOFA, SH Jl. Sendangharjo Gg. III/83 Tuban Telp. 0356-323605

60 BANYUWANGI PRIBAGYO Jl. Merapi Sepanjang Kulon Glenmore Banyuwangi, Telp. 0333-322063/845110 K

61 PEKANBARU TJIPTADI PT. CPI Caltex Pasifik Indonesia Duri, Bag. HES Bekasap, Duri RIAU Telp. 0765-994377 K

62 GROBOGAN JUMAEDI Jl. Mukti II No.105 Kuwu Kradenan Grobogan 08157616491

63 PACITAN GUNTAR SUYANTO, Drs. Jl. Brawijaya Lingk. Sidoasri Kel. Sidoharjo Pacitan Telp. 0357-883226

64 MAKASSAR SULASNA BTN Cinranae Jl. Rambutan Blok F/6 Mandai Makassar, Telp. 0411-553923

65 PANGKALAN BUN RUDOLF DITAL Jl. Jend. Sudirman 45 Pangkalan Bun, Telp. 0532-21828 Telp. 0532-24090

66 BATANG HARYUDI Jl. Raya Wonokerso, Wonokerso Reban Batang51273, Telp. 0285-667015

67 BUNGO SUTARSIH Jl. Pamenang No.5 Kuamang Kuning XVI Bungo Jambi 37252

68 LIWA LAMPUNG BARAT SUGIYONO ADI PARANOTO Serdang Waymengaku Balik Bukit Liwa Lampung Barat 34573 Telp. 0728-21457

69 SIDOARJO SUNARDI Komplek Perumahan Magersari Permai Blok J/1 1 Sidoarjo Telp.031-8948728

70 REMBANG SUSWANTORO, SE. Perumahan Mandateka Blok B/4 Rembang, Telp. 0295-692297

71 TEMANGGUNG

72 JAKARTA TIMUR HARUN SUNARSO, Ir, MSi. Jl. Cipinang Cempedak IV/50 Polonia Jakarta, Telp.021-8193467

73 JAKARTA SELATAN ERMAYA TUKIYUN Bona Permai Raya No.5 Blok B1 Lebak Bulus Jakarta Selatan 12440

74 JAKARTA BARAT PARINO MARTHA Jl. Galunggung I Blok C.1/2 Perumnas Bumi Cengkareng

75 JAKARTA UTARA YOEDI SARINO Komp. DKI Blok A/VI No.1 Jl. Sunter Karya Selatan III RT.009/013 Sunter Agung Jak-Ut Telp. 021-6410289

76 PELAIHARI DARMIN, S.Sos. Jl. A.Yani RT.2 RW.1 Km.3 No.36 Pahabanan Pelaihari

77 SAMPIT/KOTA WARINGIN TIMUR SUDOMO ABDUL FATAH Jl. A.Yani Gg. Cemara No.16 Sampit 74322, Telp. 0531-22036

78 SITUBONDO SISWADI SATYA PUTRA Jl. Angrek Gg. IX/9 Situbondo Telp. 0338-676244

79 SORONG SUPRIYO Asrama Yonif 752 Jl. Basuki Rahmat Km.10, Telp. 0951-325574

80 TRENGGALEK SIGID AGUS HARI BASUKI, SH. Jl. Veteran 17C Trenggalek Telp. 0355-791954/793739 R

81 KENDARI SUWARNI Jl. KH. Ahmad Dahlan 19A Kendari Telp. 0401-391308

82 LAMPUNG SELATAN Ir. EDY SUNYOTO Jl. Khairil Anwar No.36/ Wartel Aster Tanjung Karang Bandar Lampung, Telp. 0721-240850 K/ 0721-240849 R

83 KOTA BARU RIBUT GIYONO MUKTI RAHARJO Jl. Veteran Simpang Empat Batulicin PO. BOX 126 Kab. Kotabaru 72171

84 SAROLANGON BANGKO MOCH. WAHYUDI, Ir. Jl. RA. Kartini 15 C Bangkop Jambi 37314, Telp. 0746-21900 Fax.21001

85 TANJUNG JABUNG TIMUR DWIYONO SANTOSO RT.04 Karya Indah Kec. Dendang Tanjung Jabung Timur 36563 Jambi Telp. 0741-34211

86 MUSI RAWAS JOKO PANGGUNG Jl. Barokah RT.08 Ds.Margo Mulyo Kec. Muara Beliti Lubuk Linggau Sumsel, Telp. 0733-451630

87 KERINCI MARSONO WINARTO Kantor Kepala Desa Suko Dua, Kayu Aro Kerinci Jambi 37163

88 INDRAMAYU AGUS WSKITO RAHARDJO Jl. Raya Leuwigede Kec. Widasari Kab. Indramayu, Telp. 0234-352623

89 POSO SERKA KATIYO Kodim 1307/REM 132/TAD Poso Telp. 0452-21323 Fax. 261567

90 BANDAR LAMPUNG MALIK Jl. Imam Bonjol Gg. Marwan No.59 Bandar Lampung 35157 Telp. 0721-257396 Fax. 261567

91 LAMPUNG UTARA SUPOMO, MP Jl. Raya Suka Menanti No.3 Suka Menanti Rt.1 RW.1 Bukit Kemuning 34556

92 PASURUAN MUSTOFA Jl. Raya Banyubiru No.13 Pasuruan 67182, Telp. 0343-441439

93 BANJARNEGARA BASRI SMPN 1 Purworejo Klampok Jl. Raya Purworejo Klampok 53474 Telp. 0286-479162

94 DENPASAR DEDESONO Jl. Nusantara No.12 Tuban Kuta Bali Telp. 0361-756055

95 TARAKAN MUNIRUL HADI Jl. Kamboja RT.39 RW.6 Karanganyar Tarakan 77111, Telp. 0551-23500

96 LAMPUNG TENGAH KOTA NUR CAHYO Jl. Imam Bonjol No.102 Hadimulyo Metro Raya Lamp. Tengah, Telp. 0725-42798

97 GRESIK ROEBINSON Jl. Citarum No.10 GKB Gresik Telp. 031-3975040

98 DELI SERDANG MUSIMIN, Drs Jl. Pantai Labu 20 Dusun Bali Sidodadi Kec. Beringin Deli Serdang Sum-Ut 20522

99 OKU DI BELITANG SUGIMIN Jl. Raya Tulus Ayu Ds. Tulus Ayu Km.2 BK X Gumawang Belitang OKU, Telp. 0735-50857

100 KARAWANG TRI HARTONO H.S, Drs. Jl. Cimanuk IV/46 Perumnas Adiarsa Karawang 41313, Telp. 0267-400144

101 LUMAJANG SUGIYANTO Jl. Diponegoro No.69 Lumajang Telp. 0334-881114

102 LOMBOK BARAT GAGIK SUMAJI / JOKO SUSANTO Jl. Industri Gg. Libra No. 9 Ampenan Mataram NTB, Telp. 0370-638854

103 BELITUNG KHIURYDIN Kantor Statistik Kab. Belitung Jl. RE. Martadinata Tanjung Pandan

104 BATAM H. HARRY ROEKANTO Perum Muka Kuning Indah II Blok P. 18 Batu Aji Tiban Asri Kota Batam, Telp. 0778-331998 R/ 391798 K

105 SOLOK MARSIDI Jl. Masdi No.3 Sidomulyo Bangunrejo Sangir Solok Sum-Bar

106 KARANGANYAR SUHANTO, BA SMK Wikarya Karanganyar Jl. Ngalian 79 Karanganyar 57711.Telp. 0271-495410

107 ACEH TIMUR SUPRIYONO Ds. Alur Nunang Kec. Bendahara Kab. Aceh Timur DI. Aceh

108 PATI RUSONO Ds. Gabus RT.5/6 Pati 59173 HP. 0812 2510440

109 PASIR RIJANTO Jl. RM. Noto Sunardi Gg. Meranti No.29 RT.IV RW.05 Tanag Grogot Kab. Pasir 76122, Telp. 0543-22329

110 BENGKULU SUDARSO Kantor Walikota No.1/ Jl. S. Parman 58 Bengkulu 28223, Telp. 0736-344462 Marwan 0736-342414 Telp. 0736-26992

111 KUTAI ARI NUGROHO, S.Sos. Polres Kutai Jl. Diponegoro No.1 Tenggarong Kab. Kutai Kal-Tim 75551, Telp. 0541-661410/ 08125500218

112 BREBES BABUS SOFA/ WIDIARTO SMU Ta’ulumul Huda Bumiayu Kalierang Depan RSU No.38 Bumiayu – 52273, Telp. 0289-32497 Brebes

113 KUDUS SUNARJI Jl. AKBP R. Agil Kusumadya No.10 Kudus 59343, Telp. 0291-433216

114 INDRAGIRI HILIR MISPAN Jl. Santi RT. II RW. II Ds. Tunas Karya Jaya Tempuling 29261 Tembilahan RIAU

115 KAMPAR SULISTYONO Ds. Pasir Agung Kec. Bangun Purba Kab. Roakan Hulu RIAU – 28457

116 MANDAILING NATAL GIMUN Sikara-kara II Kec. Natal Mandailing Natal Sumatera Utara – 22987

117 MUARA ENIM SUPRAPTO PT. Perkebunan Nusantara VI (Persero) Unit Usaha Beringin Muara Enim, Telp. 0713-323777 Sum-Sel

118 LUWU DJOKO SANTOSO, SW. BTN Bukit Palopo Permai (RSS) Blok A/4/15 Palopo Luwu-Dimyanti 0471-21683

119 DEMAK SUMARNO ALFIAN HINDRI Ds. Kembangarum RT.03 RW.2 Kec. Mranggen Kab. Demak – 59567

120 SLEMAN M. BAMBANG SULAKSONO Perum Gumuk Indah Blok B No.29 B, Sleman – 55564

121 JAMBI SUNYOTO Jl. Kutilang IV/07 RT.09/03 Thehok Jambi – 39138, Telp. 0741-50709 R /22766 K Fax. 26380

122 MUSI BANYU ASIN JONO DWI UTOMO Jl. Palembang Sekayu KM.75 Komp. POM PTPM VII Unit Usaha Betung Sekayu MUBA – 30758

123 KOTIF BATURAJA AMIRUL HADI Jl. Cermai Blok H No.14 Batumarta II Kec. Ogan Komeiring Ulu Sum- Sel 32114

124 LAMPUNG TENGAH TOTOK HP. Ir. Gedung Pusdiklat PSHT Jl. Raya Ds. Varia Agung Mataram 34164 Lamp. Tengah

125 MALUKU UTARA MISKAN HADI PRASETYO PT. Mangole Timber Producers Falabisahaya Mangole Maluku Utara 97796, Telp. 0929-61373/61275

126 PURBALINGGA SURATNO Perum Abdi Negara RT.01 RW.4 Jl. Terate Blok D.3 Bojanegara Padamara Purbalingga/ SLTP 4, Telp. 0281-894166

127 AMBON SUBANDI Djayanti Group Seram Plywood Blok L.3 Maisarissa Kayatu Seram Barat Maluku Tengah

128 BARITO KUALA SUYONO Ds. Jelapat I RT.01 Gg. Kurihing 10 Tambang Batola KalSel – 70566

129 PULAU BURUNG SUTARNO PT. RSUP-PKB, Kampung 10-02 Pulau Burung – 29256, Telp. 0768-22270 Fax. 0768-22271

130 LAMPUNG TIMUR MULYONO, SPd. Jembat Batu Putra Aji I Pakuan Aji Sukadana Lampung Timur RT.45 RW.10/ MAN Pringsewu Jl. Imam Bonjol 82 Pringsewu Tanggamus, Telp. 0729-22322

131 REJANG LEBONG M. YASIN Jl. Raya Curup Simpang Beringin Tiga KM.23 Desa IV Menanti Curup Rejang Lebong Bengkulu – 39181

132 OKI EKO JATI PRAMONO, Ir./ SIMAN NURYADI Ds. Cahyamaju RT.01 Ds.1 Kec. Lempuing OKI Sumatera Selatan

133 PADANG HUDI SUTOMO, Drs. Perum Banuaran Indah Blok Q/04 Lubuk Begalung Padang – 25221 Telp. 0751-63697

134 BATU HANAFI, SE. Jl. Flamboyan Raya II/6 Kotatif Batu, Telp. 0341-592246 R/ 592696 R

135 TANJUNG JABUNG BARAT ISWANDI Telp. 0742-551950/ 551621 Jl. Gajah Mada No.53 Ds. Tebing Tinggi Tungkal Ulu Kab. Tanjung Jabung Barat/ RT.02 No. 62 Pijoan Baru – 36552

136 UJUNG BATU SOSA SUYATNO Sawit Raya No.70A RT.07/III Pir Trans Sosa IA Sosa Mulia Sosa Tapsel SumUt – 22765

137 HULU SUNGA TENGAH/ BARABAI WAHYUDI/ SUGIARTO Asrama Polisi Pagap III/Polres Hulu Sungai Tengah Barabai (lakalantas) 71314 0517-41914

138 KAB. SEMARANG ERIKYANTO Jl. Kertajaya RT.02/04 Langensari Ungaran Semarang

139 BERAU HERU WINARNO PT. TRH, Jl. Bulungan Km.1 Tanjung Redeb – 77311 Berau HP.0812582752

140 PALANGKARAYA SUMALI/ SUPRAPTO Perumnas Bumi Palangkaraya II Km.7 Jl. Manyar VIII/103 Palangkaraya 73112, Telp. 0536-39146

141 BANYUMAS DODIK HEKSA JULIARSO SLTPN 2 Tambak Jl. Karangpucung Kec. Tambak Kab. Banyumas Jawa Tengah.

142 ACEH SINGKIL WARLAN PT. Uber Traco Bungara Lentong Ds. Sumber Mukti Kec. Simpang Kiri Kab. Aceh Singkil

143 BONTANG MOH. SUHUBARI Jl. Durian No.6 BTN PT. Pupuk Kaltim Bontang – 75313, Telp. 0548-24426

144 JEPARA ACHMAD MUTHOHAR SLTPN 4 Jl. Amarta GTI. III Jepara Jl. Sukodono RT.01/IV Tahunan Jepara 59425, Telp. 0291-92505

145 SERANG PRASETYO ATMODJO Sdr. Purwanto GSI (Griya Serdang Indah) Blok C.2 No.11 Kramat Watu Serang, Telp. 0254-384147

146 TULANG BAWANG SUPENO Ds. Mekarsari Jaya Unit VII Kec. Tulang Bawang Tengah HP.08127966912

147 SUKAHARJO WIYONO, Drs, MM. Jl. Dr. Muwardi 69 C Sukoharjo Telp. 0271-593210

148 TEBO SUTIKNO Complek “YICA” Jl. Poros Rimbo Bujang III Tebo Jambi – 37253 Telp. 0747-31192

149 BATANGHARI ARIFIN D/A. SUTRISNO Kel. Sridadi Kec. Bulian Kab. Batanghari Jambi – 36614

150 MUARO JAMBI SUBASRI Kantor Kepala Desa Mekarsari Kec. Kumpeh Kab. Muaro Jambi HP. 0813813369

151 MERAUKE MULYONO Jl. Kampung Timor No.223 RT.08 RW.III Kel. Seringgu Jaya Kec. Merauke Kab. Merauke – 99614 Telp. 0971-322933 R Telp. 0971-322600/ 610 K

152 SINTANG SUMARIYANTO Jl. Dr. Wahidin SH Gg. Sosial Sintang Kalimantan Barat

153 SANGGAU HERI MURDOKO Gg. Natal I No.66 Beringin Sanggau Kalimantan Barat HP. 08125760347

154 BANJARBARU PRASETYO BUDIYANTO, SP. Jl. Surabaya No.168 Komp. Klaus Reppe Banjarbaru, Telp. 0511-780857

155 YAPEN WAROPEN (SERU) SUMADJI Jl. Stefanus Rumbewos, Serui Irian Jaya – 98211, Telp. 0983-31740

156 TANGGAMUS IRSAM D/A. BAMBANG TOHYADI Jl. Kartini Gg. Rajawali 1 Primkumpul, Pringsewu Tanggamus

157 SALATIGA ICHSAN SUYONO Perum Tingkir Indah Blok G. No.73 Salatiga, Telp. 0298-311629 Fax.321444

158 WAYKANAN SUJARWO Jl. Lintas Sumatera 7/9 Kampung Gedung Pakuon Kec.Baradatu Lampung – 34761

159 TANJUNG TABALONG

160 WONOSOBO SUWONDO Kantor Bawasda Jl. Tumenggung Jogonegoro Ds/Kec. Sukoharjo Wonosobo – 56363

161 JAYAPURA SUPRAT Jl. Rajawali Perum Sederhana K.12 Kotaraja Jayapura, Telp. 0967-568030 R/ 534072 K

162 SAMPANG BUDI SANTOSO Jl. Trunojoya No.32 A Sampang Telp. 0323-321374

163 BELU/ ATAMBUA ELVRIDUS HALE, Drs. Jl. Mr. Mohammad Yamin Depan Depot Nelayan Kufeu Antambua Belu, Telp. 0389-22570

164 MANOKWARI MOH. HASIM/ HARI EDI JOEWONO PT. Handison Iriana Jl. Merdeka 52 Manokwari (Depan Hotel Mokman) 98311, Telp. 0986-212914 Fax.212178

165 HULU SUNGAI UTARA MUJIONO Komplek Pemda Sungai Malang Kec. Amuntai Tengah Kab. Hulu Sungai Utara 71418, Kal-Teng

166 NABIRE SUNARYO AR Jl. Patriot Blk. Penjagaan Yonif 753 Nabire Kel. Girimulyo – 98814 (Joko), Telp. 0984-23417 Fax.23099

167 PENAJAM PASER UTARA BUDIONO S. HUT/ HARI PURWANTO Kantor Kab. Penajam Paser Utara Jl. Propinsi Km.1 Penajam Paser Utara Kaltim, Telp. 0543-350023

168 MEDAN KOTA DEDI WINARNO D/A NURUL AGUSTINA Jl. Kapten Muslim Gg. Keluarga I No.263D Medan, Telp. 061-8464863 R/ 4537180 K

169 BULUNGAN SUROSO, SE Hotel Banjar Indah Jl. F.Tendean Tanjung Selor Bulungan – 21941, Telp. 0550-21050

170 ROKAN HULU SUWANDI Jl. Slamet Riyadi No.10 Pasar Agung Rembah Hilir Kab. Rokan Hulu – 28457

171 LUBUK LINGGAU SLAMET Jl. Yos Sudarso Km.9 LK.1 RT.06 Lubuk Linggau Selatan, Sumsel – 31626, Telp. 0733-371266/ 451861

172 PANIAI GATOT SANTOSO D/A TAKIM BE Dinas PU Kab. Paniai Papua – 98765 Telp. 0984-21714/ 08134406664128

173 TEMANGGUNG AGUS WIBOWO Jl. Jendral Sudirman No. 58 Temanggung No Hp. 08121582956

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Selasa, 17 Agustus 2010

KESHAN PSHT



=>3 SIKAP ORANG SH TERATE
1.Tidak menunjukan keahlian di muka umum
2.Tidak boleh menerima barang yg tidak sah(barang curian)
3.Tidak boleh mencari musuh?masalah

=>Catur bakti
1.Berbakti(bertaqwa) kpd tuhan YME
2.berbakti kepada orang tua
3.berbakti kepadaguru atau pelatih
4.berbakti kepada nusa &bangsa

=>mo5(mo limo/ lima M)
1.maling(mencuri)
2.minnum(mabuk alkohol atau sejenisnya)
3.medok(main perempuan)
4.main(berjudi)
5.madat(memakai narkoba atau sejenisnya)
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

PEDOMAN,SEMBOYAN,FALSAFAH & BUKTI-BUKTI PERSAUDARAAN SETIA TERATE



*PEDOMAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
"Musuh jangan dicari kalau bertemu jangan lari(3N:ngalah-ngaleh-ngamuk)".



*SEBOYAN PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
"Selama bumi masih berputar dan selama matahari terbit dari upuk timur serta tenggelam/terbenam di upuk barat SH TERATE tetap jaya selamanya..


*FALSAFAH PERSAUDARAAN SH TERATE
"Manusia dapat dihancurkan danmanusia dapat dimatikan,akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia itu masih berpegang teguh pada dirinya atau tetap setia pada hati nuraninya sendiri.


*Bukti-bukti Persaudaraan sh terate
=>Jika akan sambung(latih tanding)di awali dengan berjabat tangan
=>Mong tinemong
=>Tidak sentimen
=>Kalau bertemu teman atau pelatih berjabat tangan
=>Jika sambung(latih tanding) dapat mengendalikan diri terhadap lawan.
Persaudaraan Setia Hati Terate, sebagai salah satu cabang bela diri yang membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah, terus mewanti-wanti para warganya dengan memberikan ke-SH-an. Pemberian ke-SH-an ini dimaksudkan agar semua warga (pendekar) SH Terate mampu menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah, saling menghamat-hamati antar saudara dan saling nasihat-menasihati dalam kebenaran.

Kadang-Kadang SH Terate semua, melalui tulisan yang sangat sederhana ini, kami ingin mengajak pada para Kadang semua untuk ingat pada nama dan semboyan kita TERATE. Seperti yang ditulis oleh Dr. Setiawan Dalimartha dalam bukunya "Atlas Tumbuhan Obat Indonesia" Jilid 4 terbitan Puspa Swara, Jakarta, bunga teratai sebagaimana yang tertuang dalam lambang organisasi kita, memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia. Marilah kita jadikan diri kita sebagai manusia yang "Memayu Hayuning Bawono" seperti bunga teratai itu.

Teratai yang dalam berbagai bahasa - misalnya seroja (Malaka), padma (India), terate (Jawa), lien (Cina), sacred lotus (Inggris) memilik khasiat yang sangat besar. Teratai merupakan tumbuhan air yang indah, asli dari daratan Asia. Biasanya teratai dibudidayakan di kolam, pot bunga, juga kadang-kadang tumbuh di rawa-rawa.

Adapun beberapa manfaat dari teratai adalah sebagai berikut:
  1. Biji teratai (lian zi), berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi, tonik untuk jantung, limpa, sistem reproduksi, penenang (sedatif), menguatkan limpa dan dan lambung.
  2. Tunas biji teratai (lian zi xin), menghilangkan panas dalam di jantung, meredakan demam, menghentikan pendarahan, menghambat ejakulasi dini.
  3. Kulit biji teratai, berguna menghentikan pendarahan, menghilangkan panas dalam di lambung, serta mengeluarkan panas dan lembab dari usus.
  4. Benang sari (lian xu), meredakan panas jantung, menguatkan fungsi ginjal, menghambat ejakulasi dini, dan menghentikan pendarahan.
  5. Dasar bunga (receptacle), berguna menghancurkan bekuan darah, menghentikan perdarahan, dan menolak lembab.
  6. Tangkai teratai (dari tangkai daun/lian geng dan tangai bunga/liang fang) berkhasiat menurunkan tekanan darah (hipotensif), pereda demam, melancarkan kencing, tonik pada limpa.
  7. Daun (he ye), berkhasiat membersihkan panas dan menghilangkan lembab, menaikkan Yang, dan menghentikan pendarahan.
  8. Dasar daun berkhasiat sebagai pereda demam dan menghilangkan lembab, menormalkan haid, dan menghuatkan kehamilan.
  9. Jika dimakan mentah rimpang teratai (ou jie) - rimpang adalah bagian dari batang dan bagian-bagian lain yang bukan daun dan akar - berkhasiat sebagai pereda demam, mendinginkan rasa panas yang dalam, dan menghancurkan darah beku. Jika dimakan setelah masak, berkhasiat menguatkan limpa, meningkatkan selera makan, penambah darah, membantu pertumbuhan otot, dan obat diare.
  10. Tepung dari rimpang berkhasiat menghentikan pendarahan, penambah darah, serta mengatur fungsi ginjal dan limpa.
  11. AKar berkhasiat menghentikan pendarahan, membuyarkan darah beku, dan penenang
Jadi, marilah saudara-saudaran kadang-kadang SH Terate, jadilah manusia berbudi luhur tahu benar dan salah seperti bunga teratai yang selalu memberi manfaat pada manusia, dari akar sampai daun dan bunganya semua memiliki manfaat. Tidak ada bagian dari bunga teratai yang tidak ada manfaatnya. Maka kita sebagai manusia SH Terate pun akan selalu bermanfaat. Bunga teratai dapat tumbuh di mana pun, selalu tampak indah, sekalipun tumbuh di comberan. Pun demikian halnya dengan kita, manusia SH Terate pun akan dapat bersinar dan harus bersinar dalam kondisi bagaimanapun dan di tempat seperti apapun, dapat menyinari sekitarnya dan bermanfaat bagi lingkungannya serta menjadi sosok yang selalu dapat dijadikan panutan dan indah dipandang orang, seperti semboyan kita "Memayu Hayuning Bawono".
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

CERITA TENTANG PSHT



Perbincangan Pelatih dengan Siswanya (1) - sebuah cerita tentang PSHT


"Mas, apakah contoh konkritnya "Manusia itu bisa dimatikan, manusia itu bisa dihancurkan, tetapi manusia tidak bisa dikalahkan selama ia setia pada hatinya?". Karena sampai sekarang saya belum paham maksudnya,"

Pertanyaan itu dilontarkan dengan tiba-tiba oleh seorang siswa, pada suatu malam setelah latihan usai. Pelatihnya terdiam sejenak, menilai siswa yang bertanya di hadapannya, sungguh bukan pertanyaan yang sembarangan, tetapi juga cukup sulit untuk dijawab, apalagi untuk seorang pelatih muda seperti dirinya yang merasa belum mumpuni dalam bidang ke-SH-an. Tingkat 2 saja belum, bagaimana ia harus menjawab pertanyaan ini? sementara wajah si Siswa seolah penuh harap menginginkan jawaban.

Tetapi syukurlah Tuhan memberinya pencerahan. Pelatih itu kemudian balik bertanya,
"Apakah kamu pernah punya seorang kakek, nenek, atau saudara yang sudah meninggal?"
"ya, mas. Kakek saya sudah meninggal," siswanya mengangguk.
"Kamu masih ingat padanya sampai sekarang?"
"Ya, masih."
"Kenapa?"
"Ya... karena... dia selalu ngasih saya uang jajan tambahan," Siswanya tertawa malu.
"menurutmu almarhum kakekmu orang yang baik?"
"ya iya mas...sayang banget sama cucu-cucunya, terus katanya dia dulu pejuang 45,"
"kamu masih sering mendoakan almarhum kakekmu?"
"iya mas... kalau setiap lebaran pasti mendoakan di makamnya,"
"Nah, begini..., 'manusia bisa dimatikan', Kakekmu saat ini sudah meninggal, bukan? Lalu berikutnya "manusia bisa dihancurkan", maaf, saat ini jasad kakekmu juga pasti sudah mulai hancur bukan?"
"Iya sih mas..." Siswa itu mulai berpikir, mencerna maksud kalimat pelatihnya. Tetapi tampaknya ia belum menemukan sesuatu.
"Bisakah kukatakan, kalau kakekmu itu kalah oleh usia? Usia manusia terbatas bukan? Pasti manusia suatu saat akan mati, bukan? Pasti ia akan kalah dengan usia tua, bukan?"
"Iya mas... manusia pasti akan kalah dengan usia. Tapi di semboyan kan katanya "manusia tidak bisa dikalahkan.."
".. selama ia ber-SH terhadap dirinya sendiri,," lanjut pelatihnya. "Nah dik, saat ini kakekmu sudah meninggal, jasadnya sudah hancur, tapi sampai sekarang kamu masih mengingat kakekmu, mengingat kebaikan hatinya, keberaniannya, dan bahkan kamu juga masih sering mendoakannya. Sekarang, katakan padaku, apakah kakekmu kalah?"
Siswanya terdiam sesaat.

"Nah, mbah Harjo yang menjadi pendiri SH Terate, beliau sudah meninggal, jasadnya juga pasti sudah hancur, tetapi sampai sekarang organisasi SH terate masih berdiri tegak, masih banyak orang yang mau latihan di SH, dan kita masih berlatih jurus-jurus yang dia ajarkan, kita masih membahas Ke-SH-an yang dia ajarkan, kita masih menjunjung tinggi nama SH Terate sebagai organisasi pencak silat yang kita banggakan... nah, apakah mbah Harjo bisa dikatakan 'kalah'?"

Mata siswanya mulai berbinar-binar, ia mulai menemukan sendiri maknanya.
"Oooh... begitu..."
"ya, kira-kira begitu contoh konkretnya. Sudah paham kan?" Jawab pelatihnya. Hatinya terasa lega karena bisa menjawab. Diam-diam ia ber-alhamdulillah dalam hati.

tetapi beberapa saat kemudian, siswanya kembali bertanya pertanyaan sulit,
"Lalu bagaimana caranya untuk menjadi orang yang ber-Setia Hati?"
Pelatihnya terhenyak. Cerdas betul siswa ini ! Spontan ia mengacak-acak rambut kepala siswanya dengan gemas. Siswa itu pasrah saja dibegitukan, sedikit geli karena siswa itu menyadari dirinya telah menanyakan pertanyaan cerdas yang lain.
"kamu ini ! ya untuk itu kita latihan, bukan?" ia tertawa, hatinya senang karena ada satu siswanya yang bukan saja mau melatih tubuhnya, tetapi juga mengasah pikirannya.
"lain kali akan kujelaskan, sekarang kamu pulang dulu saja, oke? Sudah larut !"
Siswanya mengucapkan terimakasih, lalu pamit pulang. sepulangnya di rumah ia tidak segera tidur, tetapi menuliskan pelajaran yang ia dapat malam itu di buku catatan hariannya. ia menulis:

"orang yang ber-Setia Hati" akan terus diingat dimanapun dan kapanpun, menembus ruang dan waktu. Meskipun kakekku sudah meninggal, atau mbah Harjo juga telah meninggal, aku masih mengingatnya dan mendoakannya. Mbah Harjo, kita masih berlatih jurus-jurusnya dan SH Terate yang didirikannya masih besar. Kakekku tidak kalah karena ia ber-SH, mbah Harjo juga tidak kalah karena ia ber-SH. Tetapi, bagaimana caranya menjadi orang yang ber-SH?"
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Jumat, 13 Agustus 2010

KATA MUTIARA



Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).

* Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).

* Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).

* Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka).

* Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).

* Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).

* sepiro gedhene sengsoro yen tinompo amung dhadi cubo( seberapa besar masalh jika diterima dengan lapang/ikhlas hanya menjadi cobaan/ringan
artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti



Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).

* Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).

* Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)

* Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

HAMEMAYU HAYUNING BAWONO



"Papat Kiblat limo pancer dumununging sedulur tuwo kadang taruno kang den rekso dening kakang kawah adi ari-ari" "sejatining kang den wastani sedulur sejati yoiku kadang kang nora bakal tego ing pati nadyan tego agawe piloro...menang sawenang-wenang dudu satrio kondang ananging manungso bombong kang tansah adigang adigung adiguno sesongaran sopo ingsun sopo siro ngumbar suoro tanpo rupo keladuk wani kurang dugo nora nduwe toto kromo pencilakan koyo buto gela-gelo sajak gembelo.....kang sejatine adoh soko pranatining ngelmu waluyaning jagad...sopo kang suci adoh soko beboyo pati...menang tanpo ngasorake...sepiro gedening sangsoro yen tinompo amung dadi cobo...ngudhi luhuring budhi mukti kang ginayuh luhur kang kahesti...iku sejatining kang kudu dumunung dadi patraping jalmo ing ngarco podo kapurih biso HAMEMAYU HAYUNING BAWONO ojo rumongso biso hananging biso o rumongso... tresno sejati iku dudu duweking manungso haninging mung gusti kang murbeng dumadi kang handarbeni."
Salah satu falsafah terpenting SH Terate adalah Memayu Hayuning Bawono. Namun masih banyak di antara kita (warga SH Terate) yang belum mengetahui makna dari kata-kata itu. Suatu hari pernah saya ditanya oleh siswa SH Teratem "Mas, sebenarnya apa sih makna kata Memayu Hayuning Bawono?". Saya jawab, "Artinya tidak jauh berbeda dengan rahmatan lil 'alamin".

Terlepas mirip atau tidak, namun kata-kata itu berasal dari bahasa Jawa, yang mana tidak semua warga SH Terate adalah orang Jawa. Bahkan yang orang Jawa sekalipun belum tentu paham.

Mengacu pada inti sari buku Memayu Hayuning Bawono yang di tulis oleh DR. Budya Pradipta yang pernah juga disampaikan di Global Summit (Pertemuan Puncak Dunia) sebagai agenda for Action bagi United Religions Inisiative, kata Memayu berasal dari kata hayu (cantik, indah atau selamat) dengan mendapat awalan ma menjadi mamayu (mempercantik, memperindah atau meningkatkan keselamatan) yang diucapkan sering-sering sebagai memayu.

Kata Hayuning berasal dari kata hayu dengan mendapatkan kata ganti kepunyaan ning (nya) yg berarti cantiknya indahnya atau selamatnya (keselamatannya) terjemahan bebasnya dari memayu hayuning: mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan.

Kata Bawono berarti dunia dalam pengertian dunia batin, jiwa atau rohani. Sedangkan untuk pengertian lahiriah ragawi, atau jasmaniahnya dipergunakan kata buwono yang berati dunia dalam arti fisik. Bawono terdiri dari tiga macam arti dan makna yaitu:

- Bawono Alit (kecil) yg bermakna pribadi dan keluarga
- Bawono Agung (besar) yg berati masyarakat, bangsa, negara dan international (global)
- Bawono Langgeng (abadi) adalah alam akhirat

Secara keseluruhan terjemahan bebas dari Memayu Hayuning Bawono adalah mengusahakan (mengupayakan) Keselamatan, Kebahagiaan, dan Kesejahterann Hidup di Dunia. Sepi ing pamrih, Memayu Hayunig Bawono (credo) Sepi ing pamrih rame ing gawe, Sastro Cetho Harjendro Hayuning.

Sementara ada juga pihak yang menterjemahkan
pengertian Memayu Hayuning Bawana ini menegaskan bahwa segenap tubuh manusia (kita) di dalam jiwa dan tubuh jasmaninya saling berhubungan dan berkaitan secara seimbang dengan energi alam semesta yang membawa energi hawa dengan nafsu yang ada di jiwa kita, yang keduanya tidak bisa dipisahkan.

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

Sejarah singkat Raden Mas Imam Koessoepangat




Berikut merupakan catatan singkat Raden Mas Imam Koessoepangat, yang mana beliau adalah tokoh yang membawa PSHT menjadi termashur. Dengan gelar kebangsawanan asli ,bukan hadiah atau pemberian lembaga tertentu semakin membuat yakin para kadang mudanya.

Sebelum melihat jauh kedepan mengenai perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate sekarang ini, kita ingatkan julukan : “PENDHITA WESI KUNING”.Siapa kah Pendhita Wesi Kuning itu? Ia dikenal seorang yang berdedikasi tinggi, dalam kamus hidupnya tidak ada kata menyerah dalam menghadapi tantangan. Pola hidupnya sederhana meskipun ia sendiri dilahirkan dari keluarga yang bermartabat, penerus trah kusumah rembesing madu amaratapa wijiling handanawarih. Kiatnya “Sepiro gedhening Sengsoro Yen Tinompo Amung dadi Cobo” dan kiat itu dihayatinya dijabarkan dalam lakunya sampai akhir hayatnya.

Ia teguh dalam pendiriannya yakni mengabdi pada sesama maka orang-orangpun memberi julukan “PENDHITA WESI KUNING” (konon julukan ini mengacu pada warna wesi kuning sebagai senjata kedewataan yang melambangkan ketegaran, kesaktian, kewibawaan sekaligus keluhuran). Ketika ia di tanya, siapakah orang yang paling dicintainya di dunia ini ?. ia akan menjawab dengan tegas “IBU “. Dan ketika ia di tanya organisasi apakah yang paling ia cintai selama di dunia ini ?. maka ia pun akan mengatakan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.
Dua jawabpan di atas, pertanyaan yang mengacu pada kedalaman rasa itu, telah di buktikan tidak hanya ucapan belaka tetapi dengan kerja nyata. Hampir sepanjang hidupnya waktu, tenaga, pikiran dan jiwanya dipersembahkan demi baktinya kepada keduanya itu. Yakni ibu, seorang yang telah berjasa atas keberadaan di dunia ini, dan persaudaraan setia hati terate sebuah organisasi tempat is menemukan jati diri, sekaligus ajang darma baktinya dalam rangka mengabdi kepada sesama.Dialah RADEN MAS IMAM KOESOEPANGAT. Putra ketiga dari pendawa lima. Yang lahir dari garba : Raden Ayu Koesmiyatoen dengan RM AMBAR KOESSENSI. Bertepatan pada hari jum`at pahig tanggal 18 november 1938, di Madiun kakek beliau (Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat) adalah bupati Madiun VI dan neneknya (Djuwito) atau (RA Pangeran Ronggo Ario Koesnoningrat), merupakan figur yang di segani pada saat itu.
Menurut keterangan dari pihak keluarganya, trah Kanjeng Pangeran Ronggo Ario Koesodiningrat selain di kenal sebagai penerus darah biru juga dikenal sebagai bangsawan yang suka bertapa brata satu laku untuk mencari hakikat hidup dengan jalan meninggalkan larangan-larangan Tuhan Yang Maha Esa serta membentengi diri dari pengaruh keduniawian. Bakat alam yang mengalir dalam darah kakeknya ini , di kemudian hari menitis ke dalam jiwa RM IMAM KOESOEPANGAT. Dan mengantarkan menjadi seorang Pendekar yang punya Kharisma dan di segani sampai ia sendiri di juluki. “Pandhita Wesi Kuning”.
Masa Kecil
Masa kecil RM IMAM KOESOEPANGAT di lalui dengan penuh suka dan duka, ia seperti hal nya saudara-saudara kandungnya (RM Imam Koesoenarto dan RM Imam Koesenomihardjo,dan RM Koesenomihardjo kakak serta RM Imam Koeskartono dan RM Abdullah Koesnowidjodjo,adik) hidup dalam asuhan kedua orang tuanya, menempati tempat tinggal kakeknya di lingkungan kabupaten Madiun . (menurut sumber terate) semasa kecilnya, RM Imam Koesoepangat belum menunjukan kelebihan yang cukup berararti. Di sekolahnya (SD latihan duru satu : sekarang SDN indrakila Madiun) ia bukan tergolong siswa yang paling menonjol, salah satu nilai lebih yang di miliknya barangkali hanya karena keberanianya.selain ia sendiri sejak kecil sudah di kenal sebagai bocah yang jujur dan suka membela serta suka menolong teman-teman sepermainanya.
Ketika berumur 13 tahun, semasa ia haus damba kasih dari ayahanda nasib berbicara lain RM Ambar Koesensi (ayahanda tercinta) di panggil ke Hadirat Tuhan yang maha Esa, tepatnya pada tanggal 15 maret 1951 , sewaktu ia masih duduk di kelas 5 SDN. RM Imam Koesoepangat kecilpun seperti tercerabut dari dunia kana-kanaknya, sepeninggalnya orang yang di cintainya itu sempat menggetarkan jiwanya. Namun kematian tetap kematian tidak seorangpun mampu menolak kehadiranya. Begitu juga yang terjadi pada RM Ambar Koesensie.
Hari-hari berikutnya RM Imam Koeseopangat diasuh langsung oleh ibunda RA Koesmiatoen Ambar Koesmiatoen. Di waktu-waktu senggang ibunda sering kali mendongeng tentang pahlawan-pahlawan yang dikenalnya dan tidak lupa memberi petuah hidup. Berawal dari tatakrama pergaulan, tatakrama menembah (bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa) sampai merambah pada pengertian budi luhur dan mesubrata.
Masuk Persaudaraan Setia Hati Terate
Benih luhur yang di tanamkan ibundanya itu lambat laun ternyata mampu mengendap dan mengakar di dalam jiwa RM Imam Soepangat, ia lebih akrab dengan panggilan “ARIO” perhatianya terhadap nilai-nilai budi luhur kian mekar bagai bak terate di tengah telaga. Semenjak kecil sudah menyukai laku tirakat, seperti puasa dll sejalan dengan itu sikapnya mulai berubah ia mulai bisa membawa diri menempatkan perasaan serta menyadari keberadaannya. Gambaran seorang Ario kecil, sebagai bocah ingusan, sedikit demi sedikit mulai di tinggalkannya.
Rasa keingintahuan terhadap berbagai pengetahuan terutama ilmu kanuragan dan kebatinan yang menjadi idaman semenjak kecil kian hari semakin membakar semangatnya. Melecut jiwanya untuk segera menemukan jawabanya, barang kali terdorong oleh rasa keingintahuanya itulah ketika umurnya bejalan enam belas tahun RM Imam Koeseopangat mulai mewujudkan impianya. Di sela-sela kesibukanya sebagai siswa di SMP 2 Madiun, ia mulai belajar pencak silat di bawah panji-panji Persaudaraan Setia Hati terate. Kebetulan yang melatih saat itu adalah mas IRSAD (murid Ki Hadjar Hardjo Oetomo) selang lima tahun kemudian 1959 setelah tamat dari SMA Nasional Madiun ia berhasil menyelesaikan Pelajaran di Persaudaraan Setia Hati Terate dan berhak menyandang gelar pendekar tingkat satu.

artikel ini di tulis di kantor bikinprofildotcom oleh zakhy

world clock